REFLEKSI 1 TAHUN PRABOWO – GIBRAN

JAKARTA, OKTOBER 2025Memasuki satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Alvara Research Center merilis hasil survei nasional bertajukTantangan dan Harapan: Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Prabowo–Gibran.” Alvara Research Center secara independen melakukan survei pada 25 September – 2 Oktober 2025 di 34 Provinsi. Survei dilakukan dengan metode kuantitatif melalui wawancara tatap muka dengan metode multistage random sampling terhadap 1.200 responden dengan margin of error 2,89% dan tingkat kepercayaan 95%.

Survei ini bertujuan mengetahui persepsi masyarakat terhadap kinerja Pemerintahan, serta program-program prioritas yang telah dijalankan selama satu tahun pertama masa jabatan.

Hasil survei menunjukkan bahwa publik memberikan apresiasi terhadap kinerja pemerintah, namun tetap menyimpan harapan dan tuntutan kuat terhadap perbaikan sektor ekonomi dan penegakan hukum.

Kepuasan Publik: Positif pada Pelayanan, Lemah pada Ekonomi Riil

Hasil survei nasional Alvara Research Center menunjukkan bahwa satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memperoleh tingkat kepuasan publik mencapai 78,6% menyatakan puas terhadap Pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran.

Lima aspek yang mendapatkan tingkat kepuasan tertinggi adalah Pelayanan Kependudukan, Telekomunikasi dan Internet, Pelayanan Kesehatan, Pelayanan Transportasi Publik, dan Peningkatan Kerukunan Umat Beragama. Capaian ini menunjukkan bahwa reformasi birokrasi dan digitalisasi pelayanan publik mulai dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

Namun demikian, aspek kemudahan mendapatkan lapangan kerja menempati posisi terendah dalam kepuasan terhadap kinerja pemerintah. Kelompok generasi muda yaitu Gen Z dan Milenial adalah segmen paling kritis terhadap persoalan ini, mencerminkan kesenjangan antara ekspektasi dan realitas di pasar kerja. Selain itu, pemberantasan judi online dan pengentasan kemiskinan juga mendapakan kepuasan yang rendah.

Tahun pertama menjadi masa konsolidasi dan adaptasi terhadap struktur pemerintahan baru. Sektor kebutuhan layanan dasar sudah cukup baik, hanya saja sektor ekonomi seperti persoalan kemiskinan dan ketersediaan lapangan kerja, serta sektor penegakan hukum seperti pemberantasan judi online, korupsi, dan narkoba masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah.

Dari sisi kepuasan terhadap program prioritas, Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Sekolah Rakyat, dan Penuntasan Tuberkulosis (TBC) mendapat apresiasi tertinggi. Ketiganya dianggap membawa manfaat nyata dalam meningkatkan akses kesehatan dan pendidikan masyarakat bawah. Sebaliknya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan 3 Juta Rumah belum maksimal mendapatkan apresiasi dari masyarakat mengindikasikan tantangan besar dalam implementasi program tersebut, terutama dari sisi realisasi di lapangan.

Publik menghargai langkah pemerintah di bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial. Tetapi pada program ekonomi, masyarakat masih menunggu apakah program tersebut berhasil dijalankan dan berdampak luas bagi masyarakat atau tidak.

Tingkat Optimisme Publik

Tingkat optimisme terhadap masa depan kepemimpinan Prabowo–Gibran secara umum masih menunjukkan variasi antar isu. Aspek ekonomi, pemberantasan korupsi, kemudahan kerja, penegakan hukum, serta pemberantasan judi online mencatat tingkat optimisme di bawah 80%.

Kelompok usia muda seperti Gen Z dan Milenial, menunjukkan optimisme yang lebih rendah dibanding generasi tua, khususnya pada isu penegakan hukum dan keadilan sosial. Generasi muda (Gen Z dan Milenial) menunjukkan pandangan lebih kritis terhadap isu hukum dan pemerataan ekonomi, menandakan adanya ekspektasi tinggi terhadap perbaikan tata kelola dan transparansi.

Sementara itu optimisme mayoritas publik sangat tinggi pada aspek kerukunan umat beragama, telekomunikasi, pelayanan kesehatan dan pelayanan kependudukan dengan nilai optimisme diatas 90%.

Kepuasan Terhadap Kinerja Menteri

Dalam cluster Menteri Kordinator (Menko), Kementerian yang menangani infrastruktur yaitu Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (73,3%) menempati posisi pertama, disusul Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (64,1%).

Sementara pada cluster Menteri, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mendapat apresiasi dengan menempati posisi tertinggi kepuasan kinerja Menteri (69,8%), diikuti Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya (68,1%), Menteri Kesehatan, Budi Gunawan Sadikin (65,3%), Menteri Luar Negeri, Sugiono (64,8%), dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti (64,1%).

Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa Publik memberikan apresiasi cukup baik terhadap berbagai layanan dasar yang dibutuhkan masyarakat, seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan kerukunan umat beragama. Namun, publik masih menantikan hasil konkret dari kebijakan di bidang ekonomi. Tantangan terbesar ke depan adalah akselerasi ekonomi dan pemerataan kesejahteraan, serta aspek penegakan hukum.


Discover more from alvara

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Share this post