Si Eksis, Si Digital, dan Si Santuy – Tiga Potret Anak Muda Indonesia adalah whitepaper terbaru dari Alvara Research Center yang mengungkap lanskap psikografis anak muda Indonesia secara mendalam dan segar. Di tengah momentum bonus demografi yang akan segera berakhir pada 2035, memahami karakter generasi muda menjadi hal krusial bagi masa depan Indonesia.
Berdasarkan riset kuantitatif dengan pendekatan segmentasi gaya hidup dan nilai, anak muda Indonesia dikelompokkan ke dalam tiga tipologi utama:
- Si Paling Eksis (The Social Butterfly): sosok energik, haus eksistensi, dan penggerak sosial di komunitasnya.
- Si Digital Banget (The Digital Junkie): generasi produktif, adaptif teknologi, dan fokus pada pengembangan diri dan karir.
- Si Santuy Abis (The Chillaxer): penjaga keseimbangan yang menghindari tekanan dan lebih memilih hidup selaras serta santai.
Whitepaper ini menunjukkan bahwa pendekatan “satu strategi untuk semua” tidak lagi relevan. Pemerintah, pelaku bisnis, hingga komunitas perlu memahami bahwa generasi muda Indonesia tidak homogen—mereka cair, kontekstual, dan kompleks. Ketiganya memiliki cara pandang, motivasi, dan perilaku digital yang berbeda, yang perlu direspons dengan kebijakan, produk, dan komunikasi yang adaptif serta relevan.
Lebih dari sekadar klasifikasi, whitepaper ini adalah peta strategi untuk menyusun intervensi yang lebih bermakna dan berdampak—baik dalam kebijakan publik, strategi pemasaran, maupun pembangunan sosial.
Selamat datang di peta psikografis anak muda Indonesia masa kini—karena memahami mereka adalah langkah pertama untuk membangun masa depan yang inklusif, adaptif, dan berdaya.
Si Eksis, Si Digital, dan Si Santuy – Tiga Potret Anak Muda Indonesia
Discover more from alvara
Subscribe to get the latest posts sent to your email.





